Haeru juga mencontohkan kasus serupa di Danau Toba, Sumatera Utara, dengan kemunculan ikan invasif jenis red devil yang kini mendominasi hasil tangkapan nelayan.
Ia menyebut, meski memiliki kemiripan dengan ikan sapu-sapu, kondisi ikan red devil relatif lebih baik karena hidup di perairan dengan kualitas air yang lebih bersih. Namun, ikan tersebut tetap tidak diminati untuk dikonsumsi.
Oleh karena itu, KKP akan bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengoptimalkan pemanfaatan ikan sapu-sapu.
"Ini tidak enak dikonsumsi begitu sehingga saat ini kami bekerja sama dengan BRIN untuk bisa memanfaatkan agar bisa lebih utilize begitu," ucapnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.