Gus Ipul menekankan proses seleksi siswa dilakukan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), tanpa mekanisme pendaftaran terbuka. Penjangkauan dilakukan langsung ke keluarga sasaran untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada praktik yang melanggar ketentuan. Semua harus benar-benar menyasar keluarga yang paling membutuhkan,” tegasnya.
Ia juga memastikan kendala di lapangan relatif minim dan hanya memerlukan perbaikan ringan pada fasilitas pendukung seperti tempat tidur, toilet, dan ruang makan.
“Kita optimistis seluruh persiapan, termasuk renovasi ringan, dapat selesai pada akhir April sehingga kegiatan bisa dimulai awal Mei,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.