“Hubungan yang kuat di kawasan kita semakin penting dari sebelumnya, dan kita adalah sahabat yang paling erat,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan dalam pembicaraan tersebut Albanese turut menyampaikan terima kasih atas persetujuan ekspor pupuk urea dari Indonesia.
“PM Albanese menyampaikan apresiasi atas persetujuan Bapak Presiden terkait ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia sebesar 250.000 ton pada tahap pertama,” kata Teddy dalam keterangannya.
Ia menjelaskan berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi urea nasional mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik berada di angka sekitar 6,3 juta ton. Indonesia juga telah menyiapkan ekspor pupuk ke sejumlah negara lain seperti India, Filipina, Thailand, dan Brasil dengan total komitmen sekitar 1 juta ton.
Sejak awal masa pemerintahannya, Presiden Prabowo telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Albanese. Hubungan diplomatik kedua negara pun semakin erat, ditandai dengan sejumlah kerja sama strategis yang telah disepakati di berbagai sektor.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.