“Potensi kebakaran hutan dan lahan sangat bergantung pada akurasi data serta optimalisasi upaya preventif. Salah satunya melalui intervensi atmosfer pada operasi modifikasi cuaca (OMC),” tutur Faisal.
Saat ini OMC dilakukan di Riau dan Kalimantan Barat dengan meningkatkan tinggi muka air tanah gambut. Ketika terjadi penurunan curah hujan, lahan tersebut tahan dari kebakaran.
Selain itu, BMKG dalam tahap koordinasi dengan stakeholders di Jambi dan Sumatra Selatan untuk pelaksanaan membasahi kembali lahan (rewetting) melalui OMC sebagai antisipasi meningkatnya titik panas. Pembasahan kembali lahan ini menjadi kunci untuk mempertahankan tingkat kesulitan terbakar atau kesulitan dibakar pada lahan gambut.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.