Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengintip Menu Jamaah Haji 2026, Usung Cita Rasa Nusantara

Yuwantoro Winduajie , Jurnalis-Jum'at, 24 April 2026 |12:20 WIB
Mengintip Menu Jamaah Haji 2026, Usung Cita Rasa Nusantara
Menu jamaah haji 2026 (Foto: Dok Kemenhaj)
A
A
A

MADINAH – Menu konsumsi jamaah haji Indonesia 2026 di Kota Madinah tetap mengusung cita rasa Nusantara dengan penggunaan bumbu khas Tanah Air, meski disiapkan dan didistribusikan di Arab Saudi. Hal ini dilakukan agar makanan lebih sesuai dengan selera jamaah selama berada di Madinah.

Sebanyak 23 dapur katering dilibatkan dalam penyediaan konsumsi jamaah. Seluruh proses produksi hingga distribusi berada dalam pengawasan ketat guna menjamin kualitas makanan serta kepatuhan terhadap standar kesehatan.

Distribusi makanan dilakukan tiga kali sehari, mencakup sarapan, makan siang, dan makan malam. Makanan dikirim langsung ke hotel sehingga memudahkan jamaah, terutama lanjut usia, tanpa perlu keluar untuk mencari makan.

Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, mengatakan sebelum makanan didistribusikan, dilakukan uji kelayakan (meal test) untuk memastikan kualitas.

“Kita ada meal test ke Daker atau ke wisma untuk dicoba terlebih dahulu sebelum diberikan kepada jamaah, guna mengecek bahwa konsumsi yang diberikan sudah sesuai dengan ketentuan, baik dari sisi gramasi maupun kualitasnya," katanya dikutip Jumat (24/4/2026).

Ia juga menjelaskan distribusi makanan bagi jamaah dilakukan tiga kali sehari, yakni pagi pukul 05.00–08.00 Waktu Arab Saudi (WAS), siang pukul 12.00–14.00 WAS, dan malam pukul 17.00–19.00 WAS.

Sedangkan standar porsi makanan yang diberikan kepada jamaah telah ditentukan secara rinci. Menurutnya, komposisi tersebut disusun berdasarkan rekomendasi ahli gizi dari Kementerian Kesehatan dan kalangan akademisi.

“Untuk konsumsi jamaah haji tahun ini ada penambahan sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan, asupan protein meningkat dari sebelumnya 75 gram menjadi 80 gram. Begitu juga dengan nasi, dari 150 gram menjadi 170 gram. Selain itu, jamaah juga mendapatkan buah, susu, dan puding yang bervariasi setiap hari serta air mineral 600 ml," paparnya.

Jamaah diimbau untuk segera mengonsumsi makanan maksimal dua jam setelah diterima guna menjaga kualitas dan keamanan pangan. Untuk jamaah lanjut usia, konsumsi disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan melalui koordinasi dengan ketua kloter. Dengan sistem ini, jamaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah tanpa terganggu kebutuhan logistik harian.

“Untuk konsumsi lansia, diberikan sesuai dengan permintaan dari ketua kloter, yang kemudian disampaikan kepada petugas konsumsi di hotel," imbuhnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement