Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

7 Fakta Terbaru Puluhan Anak Disiksa di Daycare Yogya, 13 Orang Jadi Tersangka

Arief Setyadi , Jurnalis-Senin, 27 April 2026 |06:01 WIB
7 Fakta Terbaru Puluhan Anak Disiksa di Daycare Yogya, 13 Orang Jadi Tersangka
Kekerasan anak di daycare Yogyakarta (Foto: Dok)
A
A
A

5. Pemilik Daycare Diduga Hakim

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, mengaku mendapat informasi pemilik yayasan Daycare Little Aresha diduga seorang hakim. Ia pun meminta aparat tak pandang bulu menindak semua pihak yang terlibat.

"Info yang beredar, pimpinan yayasannya adalah seorang hakim aktif. Jika benar, saya meminta KY dan MA untuk segera memecat yang bersangkutan. Polisi juga harus tetap melanjutkan proses pidananya. Tidak ada kata maaf untuk kekerasan terhadap anak," ujar Sahroni dikutip Minggu 26 April 2026.

6. KPAI Desak Tutup Permanen, Kekerasan Berjalan Sistematis

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha diduga lebih tersistematis yang berjalan karena ada instruksi. Pola tersebut terdeteksi selama KPAI melakukan pendampingan terhadap kasus ini. Pihaknya pun mendesak agar ditutup permanen.

"Saya melihat kasus DC (Daycare) ini agak berbeda dengan DC bermasalah di Depok atau Pekanbaru karena ini jauh lebih tersistematis," ujar Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini saat dikonfirmasi, Minggu 26 April 2026.

Misalnya, praktik pengikatan terhadap anak di Daycare  seolah merupakan SOP lantaran dilakukan pada jam-jam tertentu. Ia menduga ada instruksi langsung terhadap pengasuh anak yang bekerja di sana.

"Artinya seolah ada SOP bahwa anak-anak pada jam tertentu mendapatkan perlakuan kaki atau tangan diikat dan orang tua tidak boleh melihat langsung, serta dilakukan masif oleh pengasuh maka seolah sudah ada instruksi demikian," katanya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement