Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Iran Serang Kompleks Minyak dan Kapal UEA saat AS Dorong Pembukaan Selat Hormuz

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2026 |08:48 WIB
Iran Serang Kompleks Minyak dan Kapal UEA saat AS Dorong Pembukaan Selat Hormuz
Iran Serang Kompleks Minyak dan Kapal UEA saat AS Dorong Pembukaan Selat Hormuz (Ilustrasi/Dok Tasnim)
A
A
A

JAKARTA - Kebakaran terjadi di kompleks minyak Fujairah di Uni Emirat Arab (UEA) menyusul serangan drone pada Senin (4/5/2026) malam, menurut kantor media Fujairah. Sementara UEA menyatakan telah mencegat rudal jelajah dan amunisi jelajah yang diluncurkan Iran

1. Kebakaran Kompleks Minyak Fujairah UEA

Permusuhan yang kembali terjadi ini muncul ketika pemerintahan Trump meningkatkan upaya untuk memulai kembali pengiriman komersial melalui Selat Hormuz di tengah gencatan senjata AS-Iran yang rapuh.

Melansir Al Monitor, Selasa (5/5/2026), warga di UEA menerima beberapa peringatan darurat sepanjang hari Senin. Ini menjadi pemberitahuan pertama dalam beberapa minggu di tengah ketegangan yang kembali meningkat dalam konflik AS-Israel-Iran yang sedang berlangsung. 

Peringatan ini muncul ketika Amerika Serikat (AS) meluncurkan inisiatif baru, yang disebut "Proyek Kebebasan," pada hari Senin. Proyek ini disebut bertujuan untuk memulihkan lalu lintas maritim melalui titik rawan tersebut dengan mengerahkan pengawal angkatan laut, pesawat terbang, dan ribuan personel untuk mendukung kapal komersial.

Dua kapal dagang berbendera AS telah berhasil berlayar melalui Selat Hormuz. Kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS saat ini beroperasi di Teluk setelah melintasi jalur air tersebut untuk mendukung Proyek Freedom, Komando Pusat AS mengumumkan pada  Senin.

Perkembangan ini menyusul pengumuman Presiden Donald Trump pada Minggu bahwa AS akan membantu memandu kapal-kapal yang terdampar melalui jalur air tersebut, yang biasanya dilalui sekitar 20% pasokan minyak mentah global.

Namun, situasi keamanan tetap tidak stabil. Pada Senin, Kementerian Luar Negeri UEA mengutuk serangan drone yang menargetkan kapal tanker yang berafiliasi dengan perusahaan minyak negara raksasa ADNOC saat melintasi Hormuz. UEA menyebut insiden itu sebagai "pelanggaran mencolok" hukum internasional. 

 

Sementara itu, militer Iran memperingatkan akan menargetkan pasukan AS mana pun yang memasuki jalur air tersebut. Sementara media yang terkait dengan pemerintah mengklaim sebuah kapal perang AS telah diserang. Namun, CENTCOM membantah laporan tersebut.

Pada Senin, Iran juga mendeklarasikan "zona kontrol maritim" baru di selat tersebut dan memperingatkan kapal-kapal komersial agar tidak melintasinya tanpa koordinasi dengan pasukan Iran, menurut kantor berita Tasnim. Pejabat Iran mengatakan unit angkatan laut melepaskan tembakan peringatan ke kapal perusak AS yang mencoba mendekati daerah tersebut, dan menganggap setiap pergerakan tersebut sebagai potensi pelanggaran gencatan senjata.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement