Untuk memperkuat analisisnya, Topi Merah menggunakan pendekatan lain dengan menghitung frekuensi piksel menggunakan metode wavelet. Hasilnya menunjukkan perbedaan karakteristik antara dua gambar yang dibandingkan.
Ia pun mempertanyakan bagaimana mungkin dengan sumber dan metode yang sama dapat menghasilkan output berbeda.
"Bagaimana bisa source yang sama dengan proses yang sama output-nya beda?" tuturnya.
Sebelumnya, eks tersangka kasus tudingan jjazah Jokowi, Rismon Sianipar membeberkan kajian terbaru ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang sebelumnya dituding palsu. Kini Rismon memastikan ijazah Jokowi memiliki embos dan watermark.
Rismon mengatakan, dirinya tidak memasukkan emboss dan watermark dalam objek kajian ijazah Jokowi sebelumnya. Selain itu, dia memasukkan normalisasi resolusi dalam kajian terbarunya tersebut.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.