Menurutnya, jika skema tersebut berjalan, emisi gas metana dari TPST Bantargebang dapat ditekan. Saat ini, volume sampah di lokasi tersebut diperkirakan telah mencapai 55 juta ton.
"Kalau itu bisa dilakukan, pasti akan mengurangi banyak metana yang sudah tertimbun lama. Cadangannya sudah 55 juta ton. Ini menjadi tanggung jawab kita untuk menyelesaikannya," kata Pramono.
Di sisi lain, Pramono menyebut pengelolaan sampah dengan metode RDF telah dijalankan di Rorotan, Jakarta Timur. Saat ini, fasilitas RDF Rorotan mampu mengelola sekitar 750 ton sampah per hari.
"Saya minta Rorotan yang sekarang sudah berproduksi rata-rata 750 ton per hari, ditingkatkan secara bertahap, tetapi infrastrukturnya juga harus diperbaiki agar tidak menimbulkan dampak bau maupun gangguan pernapasan bagi warga," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.