Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

11 Kepala Daerah Kena OTT KPK, Wamendagri : Ini Alarm Keras!

Jonathan Simanjuntak , Jurnalis-Senin, 11 Mei 2026 |11:43 WIB
11 Kepala Daerah Kena OTT KPK, Wamendagri : Ini Alarm Keras!
11 Kepala Daerah Kena OTT KPK, Wamendagri : Ini Alarm Keras! (Okezone/Jonathan Simanjuntak)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus, buka suara soal 11 kepala daerah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wiyagus menyebutkan, rentetan OTT ini merupakan alarm keras pentingnya pendidikan antikorupsi.

1. Alarm Keras

"Bahwa sepanjang 2025-2026 juta mencatat ada 11 operasi tangkap tangan terhadap kepala daerah dengan berbagai macam kasus dan modus operandi yang dilakukan. Ini adalah alarm keras ya, bagi kita semua," kata Akhmad dalam acara Peluncurkan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Wiyagus menyebutkan, korupsi harus diselesaikan hingga akar permasalahan yakni tindakan preventif bukan hanya melalui penindakan. Ia melanjutkan, korupsi merupakan penyakit karakter yang obatnya merupakan pendidikan antikorupsi.

"Korupsi adalah penyakit karakter dan obat bukan hanya jeruji besi penegakan hukum, tetapi masuk dalam preventif salah satu di antaranya pendidikan antikorupsi ini," tuturnya.

Wiyagus lantas mendukung adanya pendidikan antikorupsi sejak usia dini. Ia menilai pendidikan sejak ini akan membentuk karakter sikap antikoruptif.

"Kita harus menanamkan nilai-nilai kejujuran, tangan jawab, dan disiplin sejak usia dini khususnya sejak masa PAUD, dan sekolah dasar karena di usia inilah karakter itu akan dibentuk dan terbentuk," ujarnya.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement