Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Asal-usul Jaksa Bebankan Uang Pengganti Rp5,6 Triliun ke Nadiem Makarim

Jonathan Simanjuntak , Jurnalis-Kamis, 14 Mei 2026 |11:03 WIB
Asal-usul Jaksa Bebankan Uang Pengganti Rp5,6 Triliun ke Nadiem Makarim
Nadiem Makarim (Foto: Nur Khabibi/Okezone)
A
A
A

JPU menduga lonjakan harta kekayaan itu berasal dari tindak pidana korupsi dalam pengadaan Chromebook periode 2020–2022.

“Bahwa kenaikan harta kekayaan terdakwa Rp4.871.469.603.758 diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi kaitan dengan pengadaan digitalisasi Chromebook tahun 2020 sampai dengan 2022, yang merupakan bagian skema korupsi perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan kewenangan dalam hal kebijakan terdakwa Nadiem Anwar Makarim memilih ChromeOS milik Google sebagai bentuk konflik kepentingan atau conflict of interest,” sambung jaksa.

Jaksa juga menilai majelis hakim dapat mempertimbangkan alat bukti berupa Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak atas nama Nadiem meski tidak tercantum dalam surat dakwaan. Menurut jaksa, hal tersebut telah terungkap dalam fakta persidangan.

Selain itu, jaksa menilai selama persidangan Nadiem gagal membuktikan bahwa harta kekayaannya yang meningkat berasal dari sumber yang sah. Nadiem juga dinilai tidak jujur dalam menjelaskan penghasilan sah yang diterimanya selama menjabat sebagai menteri.

“Akan tetapi dalam persidangan, terdakwa tidak dapat membuktikan tentang kekayaan yang tidak seimbang dengan penghasilannya atau sumber penambah kekayaannya, tetapi juga tidak mau secara jujur menjelaskan penghasilan yang sah dari gaji yang terdakwa terima saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” kata jaksa.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement