Guswanto menyampaikan telah memberikan peringatan bahwa Monsun Asia dan angin baratan masih berpotensi menimbulkan hujan lebat di wilayah selatan Indonesia, termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Sumatera.
Lebih lanjut, ia kembali menegaskan Aceh barat dan utara menjadi wilayah paling berisiko terdampak langsung dari sistem Teluk Benggala. “Nelayan diimbau tidak melaut karena gelombang bisa mencapai 4 meter,” katanya.
Wilayah lain di Indonesia, lanjut Guswanto, lebih dipengaruhi oleh Monsun Australia dan fenomena tropis, sehingga potensi hujan masih terjadi di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Ia juga mengingatkan adanya risiko hidrometeorologi berupa banjir bandang, longsor, dan banjir pesisir (rob) di daerah rawan.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di Aceh, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, banjir, dan gelombang tinggi. “Wilayah lain di Indonesia tetap waspada meski sebagian memasuki musim kemarau, karena fenomena tropis masih bisa memicu hujan ekstrem. Kemudian, kapal kecil–menengah sebaiknya menunda pelayaran di perairan barat Sumatera dan utara Aceh,” imbaunya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.