Menurutnya, kondisi tersebut membuat hilal awal Zulhijah 1447 H sangat memungkinkan untuk diamati.
“Oleh karena itu, posisi hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah pada hari rukyat ini secara kualitatif sangat memungkinkan untuk diamati,” katanya.
Dalam paparannya, Cecep juga menegaskan bahwa metode penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah di Indonesia dilakukan melalui kombinasi hisab dan rukyat.
“Hisab sifatnya informatif dan kedudukan rukyat sebagai konfirmasi atau verifikasi dari hisab,” ucapnya.
Secara hisab, Kemenag memperkirakan 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Namun kepastian penetapan menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama pada Minggu petang.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.