Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penentuan Awal Zulhijah, Kemenag Kerahkan Teleskop di 88 Titik Rukyat

Yuwantoro Winduajie , Jurnalis-Minggu, 17 Mei 2026 |17:24 WIB
Penentuan Awal Zulhijah, Kemenag Kerahkan Teleskop di 88 Titik Rukyat
Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag RI, Cecep Nurwendaya (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menggunakan 88 titik rukyat, atau pemantauan hilal di seluruh Indonesia dalam proses penentuan awal Zulhijah 1447 Hijriah. Pemantauan dilakukan pada Minggu (17/5/2026), sebagai bagian dari rangkaian sidang isbat penetapan awal bulan Hijriah tersebut.

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag RI, Cecep Nurwendaya mengatakan seluruh titik rukyat di Indonesia menggunakan alat bantu optik berupa teleskop untuk membantu pengamatan hilal.

“Alhamdulillah, dari 88 titik rukyat, teman-teman perukyat di Indonesia semuanya menggunakan teleskop atau alat bantu optik,” kata Cecep dalam Seminar Posisi Hilal Sidang Isbat Penentuan Awal Zulhijah 1447 H di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Minggu (17/5/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan hisab, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 derajat.

Cecep menyebut, tinggi hilal di Indonesia saat rukyat berkisar antara 3,29 derajat hingga 6,95 derajat. Sementara elongasinya berada di rentang 8,91 derajat sampai 10,62 derajat.

“Posisi hilal di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia telah memenuhi kriteria tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 derajat,” ujarnya.

 

Menurutnya, kondisi tersebut membuat hilal awal Zulhijah 1447 H sangat memungkinkan untuk diamati.

“Oleh karena itu, posisi hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah pada hari rukyat ini secara kualitatif sangat memungkinkan untuk diamati,” katanya.

Dalam paparannya, Cecep juga menegaskan bahwa metode penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah di Indonesia dilakukan melalui kombinasi hisab dan rukyat.

“Hisab sifatnya informatif dan kedudukan rukyat sebagai konfirmasi atau verifikasi dari hisab,” ucapnya.

Secara hisab, Kemenag memperkirakan 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Namun kepastian penetapan menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama pada Minggu petang.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement