JAKARTA - Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel mengaku menyesal pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker). Jabatan itu, justru menyeretnya menjadi terdakwa hingga ditahan dalam kasus dugaan pemerasan terkait sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.
“Bayangkan, 10 bulan menjadi Wamen, 10 bulan menjadi tahanan KPK. Belum tuntutan nih. Jadi saya menyesal sekali menjadi Wakil Menteri,” ujar Noel kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026).
Padahal, Noel mengklaim selama menjabat dirinya telah menyelamatkan uang para buruh hingga ratusan miliar rupiah. Ia mencontohkan praktik penahanan ijazah pekerja di sektor penerbangan.
“Contoh sederhana saja, tenaga kerja di industri penerbangan, di Lion Air, ada berapa puluh ribu yang saya selamatkan. Soal praktik penahanan ijazah yang meminta tebusan. Satu ijazah pramugari diminta tebusan Rp40 juta. Kalau 10 ribu orang, berapa? Rp400 miliar yang saya selamatkan,” ungkap Noel.
“Belum tenaga kerja medis yang lain, dokter. Dokter itu diperas sampai Rp300 juta. Berapa banyak dokter yang saya selamatkan? Belum buruh-buruh tenaga kerja yang lain, belum outsourcing,” imbuhnya.
Noel bahkan menyebut dirinya lebih banyak menyelamatkan uang rakyat dibandingkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia juga mengaku kesal terhadap uraian tuntutan jaksa dalam persidangan perkara tersebut.
“KPK dengan saya, lebih banyak menyelamatkan duit rakyat itu saya, bukan KPK. Kita adu saja KPK dengan saya,” tutur Noel.
“Hari ini jujur, saya marah sekali. Kalau kita lihat dari uraian tuntutan JPU tadi, menurut saya mengerikan sekali. Tuduhan-tuduhannya sangat memaksakan sekali. Tapi kita percayakan nanti ke hakim bagaimana mereka memutuskan,” tandasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.