JAKARTA - Massa aksi dari Forum Komunikasi Ojol Tertindas (Forkot) tiba di ruas Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Kedatangan massa aksi membuat polisi melakukan penutupan sebagian ruas jalan di lokasi.
Pantauan di lapangan, penutupan dilakukan dengan memasang traffic barrier serta menempatkan barisan polisi wanita (Polwan) yang membawa banner berisi imbauan persuasif agar aksi berlangsung damai.
Kendaraan masih dapat melintas, namun hanya melalui satu jalur yang dibuka petugas.
Kondisi tersebut memicu kepadatan kendaraan, khususnya dari arah Balai Kota menuju kawasan Air Mancur Bundaran MH Thamrin. Sementara arus lalu lintas dari arah sebaliknya terpantau relatif lancar.
Petugas kepolisian tampak berjaga di sekitar lokasi untuk mengawal jalannya aksi demonstrasi pengemudi ojek online atau ojol tersebut.
Dalam orasinya, salah satu peserta aksi menyampaikan tuntutan agar pemerintah dan aplikator memperhatikan kesejahteraan pengemudi ojol.
"Kami hanya ingin keadilan agar ojol hidup berkecukupan," ujar salah satu orator dalam aksi.
Massa aksi disebut tidak hanya berasal dari wilayah DKI Jakarta, tetapi juga dari daerah penyangga seperti Bogor, Depok, dan Bekasi.
Dalam aksinya, Forkot menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya revisi potongan 8 persen dalam Perpres Nomor 27 Tahun 2026, penolakan perubahan status mitra menjadi pekerja atau buruh, permintaan tarif ojol yang dinilai lebih manusiawi, penyesuaian jarak tempuh antarjemput sesuai orderan, pelibatan mitra driver dalam setiap kebijakan terkait ojol, serta penguatan regulasi perlindungan pengemudi ojol dalam Perpres Nomor 27 Tahun 2026.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.