MAKKAH – Lebih dari 1,5 juta jemaah haji telah tiba di Arab Saudi dari luar negeri untuk menunaikan ibadah haji, menurut seorang pejabat dari Kerajaan tersebut. Angka ini melebihi jumlah jemaah haji internasional tahun lalu dan tercapai meski tahun ini terjadi perang di Timur Tengah.
Konflik yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu menyebabkan Teheran memerintahkan serangkaian serangan terhadap target di Arab Saudi dan di seluruh Teluk, yang mengakibatkan gangguan lalu lintas udara yang meluas dan menyebabkan biaya perjalanan melonjak.
Maskapai penerbangan utama di Teluk di Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Bahrain, telah berupaya untuk segera memulihkan sebagian besar kapasitas operasional mereka setelah berminggu-minggu penutupan wilayah udara dan pembatalan penerbangan.
Terlepas dari komplikasi tersebut, jemaah haji terus berdatangan ke Arab Saudi untuk mengikuti ibadah haji tahun ini.
"Jumlah total jemaah haji yang tiba dari luar negeri telah mencapai 1.518.153," kata Saleh Al-Murabba, komandan Pasukan Paspor Haji Arab Saudi, dalam konferensi pers pada Jumat, (22/5/2026) malam, sebagaimana dilansir TRT.
Angka-angka ini diperkirakan akan meningkat lebih lanjut dalam dua hari ke depan seiring dengan terus berdatangnya jamaah haji dari luar negeri menjelang ritual resmi yang menandai dimulainya ibadah haji pada Senin, (25/5/2026).
Tahun lalu, jumlah total jamaah haji mencapai 1.673.320, termasuk 1.506.576 dari luar Arab Saudi.
Haji, salah satu dari lima rukun Islam, wajib dilakukan setidaknya sekali oleh semua Muslim yang mampu.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.