JAKARTA – Gerakan transformasi pesantren berskala nasional oleh diikuti 5.000 pengasuh pesantren dari 34 provinsi. Kegiatan ini untuk melakukan pengembangan dan inovasi pesantren yang digelar di Joglo Agung Pesantren Bina Insan Mulia 2 Cirebon, Jawa Barat.
Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia KH Imam Jazuli mengatakan, workshop untuk pengasuh pesantren ini sejatinya sudah dimulai sejak tahun 2025 untuk skala nasional.
“Manfaat kegiatan tersebut sangat signifikan bagi perubahan pesantren. Karena itu, kali ini workshop dirancang lebih sistematis, detail, dan membumi. Bahkan akan dilanjutkan dengan pendampingan agar dampaknya lebih powerful,” katanya, Senin (25/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren, sekaligus untuk meningkatkan pertumbuhan jumlah santri di tiap pesantren.
“Ketika pesantren semakin mampu menghasilkan santri-santri yang berhasil di dunia dan di akhirat, kepercayaan masyarakat akan semakin kuat,” ujarnya.
Kiai Imjaz -- panggilan akrabnya -- mengingatkan bahwa pesantren harus belajar dari runtuhnya korporasi besar dunia yang gagal merespons perubahan dengan cepat.
“Kematian organisasi bukan karena perubahan, tetapi karena kegagalan strategi dalam menghadapi perubahan,”ujarnya.
“Perubahan pesantren sudah dibahas di banyak tempat, tapi yang saya dapat barulah sebatas motivasi,”tandasnya.
Pengasuh Pesantren Miftahul Mubarak Kuningan, Kiai Asep Abdul Aziz mengatakan, kegiatan ini memantik kesadaran dan pemahaman tentang cara mengubah sistem pembelajaran, membuat kurikulum yang menarik.
“Layanan kepada santri walisantri dan masyarakat serta strategi untuk menambah jumlah santri. Ini ilmu yang tidak bisa didapatkan dimanapun,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.