“Kunjungan berulang ke Paris adalah cara Prabowo membangun trust tingkat tinggi dengan Presiden Macron agar Indonesia mendapat akses teknologi militer yang tidak bisa dibeli sembarang negara,” katanya.
Ia menegaskan menilai perjalanan presiden hanya dari biaya operasional merupakan cara pandang yang keliru. Menurutnya, nilai transfer teknologi pertahanan dan penguatan posisi strategis Indonesia jauh lebih besar.
“Kunjungan ke Prancis ini bukti nyata politik bebas aktif yang berwibawa. Indonesia tidak mengekor ke Amerika, tidak tunduk kepada China, dan tetap menjaga hubungan dengan berbagai kekuatan dunia demi kepentingan nasional,” katanya.
Sugiat menambahkan, Presiden Prabowo saat ini tengah menjalankan diplomasi strategis untuk meningkatkan posisi Indonesia sebagai negara yang mandiri secara ekonomi dan kuat secara militer.
“Indonesia sedang dipimpin oleh seorang patriot yang tahu bagaimana memenangkan kepentingan nasional di luar negeri,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.