Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Prabowo: Terlalu Lama Rakyat Jadi Penonton di Atas Kekayaan Bangsa

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Senin, 01 Juni 2026 |15:08 WIB
Prabowo: Terlalu Lama Rakyat Jadi Penonton di Atas Kekayaan Bangsa
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Dok Binti M)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan sumber daya alam, mulai dari nikel, tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, batu bara, hingga kelapa sawit. Bahkan, Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar di dunia.

Prabowo menegaskan, Indonesia juga telah swasembada pangan di saat banyak negara masih menghadapi tantangan ketahanan pangan.

"Kita adalah salah satu produsen terbesar komoditas-komoditas penting yang dibutuhkan dunia modern, yang dibutuhkan oleh teknologi tinggi. Kita salah satu produsen terbesar mineral-mineral penting, tembaga, timah, emas, logam tanah jarang," kata Prabowo dalam Upacara Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026).

"Kita produsen kelapa sawit, batu bara, nikel, komoditas-komoditas pertanian lainnya yang sangat penting. Sekarang kita sudah swasembada pangan, di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap," sambung Prabowo.

Namun, ia menilai manfaat dari kekayaan tersebut belum sepenuhnya dirasakan rakyat. Selama ini, sebagian besar nilai dari pengelolaan komoditas sumber daya alam justru lebih banyak mengalir ke luar negeri.

"Namun, kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri. Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri," ujarnya.

Sebab itu, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus mendorong transformasi ekonomi nasional. Ia memastikan pengelolaan sumber daya alam memberikan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri melalui ekonomi Pancasila.

"Tugas saya untuk melakukan transformasi bangsa, terutama transformasi ekonomi nasional kita. Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berdasarkan Pancasila menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila," katanya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement