"Belajar dari beberapa insiden keracunan makanan yang sempat terjadi di lapangan, penegakan disiplin higienitas dan kualitas bahan baku menjadi harga mati demi mencapai target zero accident (nol kecelakaan kerja/pangan)," ujarnya.
Faktor krusial yang tak kalah penting, kata dia adalah penguatan koordinasi lintas sektor dan pemerintah daerah. Menurutnya, faktor ini merupakan salah satu titik lemah yang kerap menghambat program skala nasional adalah ego sektoral.
Masyarakat kini menaruh harapan besar di bawah kepemimpinan Nanik S. Deyang. BGN diharapkan tidak hanya menjadi lembaga administratif, tetapi mampu bertransformasi menjadi motor penggerak perbaikan gizi nasional yang aman, disiplin, dan bebas dari insiden yang merugikan masyarakat
"Kepala BGN yang baru dituntut untuk meningkatkan komunikasi sinergis dengan kementerian/lembaga terkait, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, serta Pemerintah Daerah (Pemda). Sinergi ini sangat krusial, terutama dalam fungsi pengawasan terpadu di lapangan yang selama ini dinilai masih longgar," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.