Eskalasi terbaru ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan gencatan senjata yang dicapai pada 8 April lalu antara AS dan Iran. Kesepakatan tersebut sebelumnya berhasil menghentikan sementara konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, meskipun dalam beberapa pekan terakhir terus diwarnai insiden militer di kawasan.
Hingga saat ini, Iran belum mengonfirmasi maupun membantah tuduhan bahwa pihaknya menembak jatuh helikopter Apache tersebut. Namun Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa keberadaan pasukan AS di kawasan menjadi sumber ketegangan yang harus diakhiri.
"Selat Hormuz bukan perairan internasional. Itu adalah perairan yang dimiliki bersama oleh Iran dan Oman. Angkatan Bersenjata kami selalu siaga terhadap setiap pelanggaran wilayah udara, darat, maupun perairan Iran," ujar Araghchi.
Setelah serangan AS dilanjutkan, Araghchi memperingatkan bahwa Iran tengah menyiapkan respons balasan. Ia juga kembali mendesak pasukan AS untuk meninggalkan kawasan tersebut.
"Meskipun mengalami kekalahan di medan perang, AS memilih menguji tekad kami. Angkatan Bersenjata kami tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan," katanya.