Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 14 Juni 2026 |09:19 WIB
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Ilustrasi.
A
A
A

Beberapa penyebab struktural telah diidentifikasi oleh para pengamat di antaranya adalah budaya kerja "996" yang terkenal di China, yaitu bekerja dari pukul 9 pagi hingga 9 malam, enam hari seminggu, telah lama dikritik karena dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental. Komplikasi pasca-COVID juga menjadi masalah besar, karena pencabutan pembatasan secara tiba-tiba pada akhir tahun 2022 memicu gelombang infeksi, dengan varian baru yang terus beredar. Kekhawatiran tentang keamanan pangan dan lingkungan tetap ada, dengan laporan produk yang dipalsukan dan polusi yang memperburuk kecemasan publik. Perawatan kesehatan preventif masih belum berkembang, sehingga banyak korban muda memiliki kondisi yang tidak terdiagnosis yang seharusnya dapat ditangani dengan skrining yang tepat.

Implikasi sosial dan politik dari fenomena ini cukup signifikan. Kebijakan pembatasan data oleh pemerintah memengaruhi tingkat kepercayaan publik, sehingga sebagian warga mengandalkan informasi alternatif dari media sosial atau laporan lokal untuk memahami tren yang terjadi. Di tingkat internasional, organisasi hak asasi manusia dan media luar negeri menyoroti situasi ini sebagai dampak dari tata kelola informasi yang tertutup, yang dinilai serupa dengan pola penanganan pada masa awal pandemi COVID-19.

Pengamat menilai, kegagalan PKC bukan hanya terletak pada ketidakmampuannya mencegah kematian mendadak, tetapi juga pada penolakannya untuk mengakui kematian tersebut. Dengan membatasi data kematian, membungkam perdebatan, dan mengintimidasi keluarga yang berduka, pemerintah telah memprioritaskan stabilitas politik daripada nyawa manusia. Pendekatan ini telah menciptakan lingkungan yang mematikan di mana warga negara meninggal di ruang kelas, kantor, dan ruang publik, sementara negara bersikeras mempertahankan ilusi kendali. Lonjakan angka kematian kaum muda lebih dari sekadar keadaan darurat kesehatan; ini adalah keretakan sosial. Sebuah negara yang dulunya bangga dengan kekuatan demografisnya kini menghadapi erosi angkatan kerja dan trauma psikologis orang tua yang menguburkan anak-anak mereka.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement