Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dishub DKI Jakarta Apel Bersama Komunitas Ojol, Bahas Parkir Liar hingga Penertiban Humanis

Jonathan Simanjuntak , Jurnalis-Minggu, 21 Juni 2026 |17:30 WIB
Dishub DKI Jakarta Apel Bersama Komunitas Ojol, Bahas Parkir Liar hingga Penertiban Humanis
Dishub DKI Jakarta menggelar apel bersama pengemudi ojol di Balai Kota.
A
A
A

JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta pada Minggu (21/6/2026) menggelar apel bersama komunitas ojek online (ojol) di halaman Balai Kota Jakarta. Apel digelar dalam rangka membahas parkir liar hingga penertiban yang humanis.

Apel ini dipimpin langsung oleh Kadishub DKI Jakarta Budi Awaluddin. Dalam sambutannya, ia turut menyinggung kasus viral ojol Sulis Agung Wibowo yang motornya sempat diangkut petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur. Kasus tersebut dipastikan telah selesai.

"Klarifikasi kasus viral Bapak, Ibu sekalian, menyikapi beberapa kondisi yang viral pemberitaan beberapa hari yang lalu, bisa kami sampaikan bahwa permasalahan sudah selesai. Permasalahan sudah selesai," kata Budi dalam sambutannya, Minggu (21/6/2026).

Budi menyampaikan bahwa Sulis tidak bisa hadir dalam acara kali ini, namun ia menyebut Sulis tetap menitipkan pesan agar ojol perlu disediakan tempat parkir di sebuah gedung.

"Itulah juga hasil diskusi kami kemarin dengan abang-abang kita bahwa kita akan mengundang komunitas ojol, operator, dan juga pengelola gedung agar nantinya ada tempat bagi ojol. Teman-teman ini ke depan bisa ada tempat untuk parkir, diberikan kepada ojol di sana," lanjut Budi.

Di hadapan komunitas ojol ini juga, Budi menegaskan bahwa petugas Dinas Perhubungan telah menjadikan masalah viral kemarin sebagai pembelajaran. Meski penertiban tetap akan ditegakkan, ia menyebut petugas akan bersifat humanis.

"Yang ini adalah pembelajaran yang betul-betul sangat berarti kepada kita semua. Ke depan, penertiban akan terus kita lakukan, namun penertiban harus mengedepankan sisi humanis, persuasif, dialogis," ungkap Budi.

"Jadi jangan ada nanti, kita tunggu dulu dalam jangka waktu 5 menit, ini ada tidak motornya, orangnya ada di sini. Lima atau berapa menit kita lihat, kalau memang sudah dinaikkan motornya dan ada orangnya, maka kita turunkan dan kita ajak dialog teman-teman semua," lanjut Budi.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement