Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kurangi Parkir Liar, DPR Usulkan Pembangunan Shelter Ojol di Setiap Kecamatan

Arief Setyadi , Jurnalis-Selasa, 14 Juli 2026 |21:07 WIB
Kurangi Parkir Liar, DPR Usulkan Pembangunan Shelter Ojol di Setiap Kecamatan
Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko (Foto: Ist/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko, mengusulkan pembangunan shelter khusus bagi pengemudi ojek online (ojol) di setiap kecamatan. Hal ini diperlukan sebagai bagian dari upaya penataan transportasi perkotaan yang lebih tertib, aman, dan manusiawi.

Sudjatmiko menilai transportasi online kini telah menjadi kebutuhan masyarakat dan bagian penting dari sistem transportasi nasional. Ia menilai, peran ojol sebagai pendukung mobilitas masyarakat belum diimbangi dengan fasilitas yang memadai, terutama tempat untuk beristirahat maupun menunggu pesanan.

“Kendaraan online roda dua sudah menjadi kebutuhan nyata yang tidak bisa kita abaikan. Mereka adalah ujung tombak mobilitas masyarakat. Sayangnya, fasilitas bagi mereka masih sangat minim. Kita membutuhkan langkah konkret, bukan sekadar wacana,” katanya, dikutip Selasa (14/7/2026).

Hal itu ia sampaikan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V bersama Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Senin 13 Juli 2026. Pembangunan shelter dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kenyamanan pengemudi sekaligus mengurangi parkir liar dan penumpukan kendaraan di trotoar maupun bahu jalan yang dapat menimbulkan kemacetan hingga mengganggu ketertiban lalu lintas.

Sudjatmiko juga menyoroti belum adanya program maupun anggaran khusus pemerintah untuk pembangunan shelter kendaraan online. Karena itu, ia meminta Kemenhub memasukkan program tersebut dalam agenda prioritas pembangunan transportasi.

Untuk tahap awal, ia mengusulkan proyek percontohan berupa pembangunan minimal satu shelter di setiap kecamatan dengan aktivitas ojol tinggi. Penentuan lokasi nantinya disesuaikan dengan data kepadatan pengemudi dan titik kumpul yang selama ini menjadi pusat aktivitas mereka.

“Kita mulai dari yang realistis dan berdampak. Minimal satu shelter di setiap kecamatan sebagai proyek percontohan. Desainnya kita siapkan, kemudian dievaluasi. Jika terbukti efektif, program ini bisa diperluas ke daerah lain,” katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement