Tito menekankan, persoalan batas wilayah tersebut adalah masalah lama yang berakar dari penetapan batas antara pemerintah kolonial Belanda dan Inggris. Pada masa lalu, batas wilayah tersebut hanya dituangkan di atas peta tanpa patokan yang jelas di dunia nyata.
"Ini yang mungkin mohon maaf yang memang problem lama karena Malaysia dengan Belanda dan Inggris membagi Pulau Sebatik dan beberapa Sungai Sinapat dan Simantipal tadi itu hanya di peta, sedangkan di lapangannya tidak," kata dia.
Akibatnya, batas negara di lapangan menjadi tidak jelas. Bahkan, dijumpai ada rumah warga yang sebagian bangunannya berada di Indonesia, sementara sisa ruangan lainnya berada di teritorial Malaysia.
"Ternyata yang terjadi di lapangan kita lihat, yang sudah berkunjung saya kira tahu bahwa lintas batasnya tidak jelas, tapal batas tidak jelas. Ada rumah-rumah yang bahkan sebagian bagian depannya atau bagian belakangnya milik Indonesia, sebagiannya lagi adalah berada di Malaysia," tutur Tito.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.