Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gunung Dukono Meletus, Masyarakat Diminta Menjauhi Radius 4 KM

Felldy Utama , Jurnalis-Selasa, 30 Juni 2026 |18:30 WIB
Gunung Dukono Meletus, Masyarakat Diminta Menjauhi Radius 4 KM
Gunung Dukono Meletus, Masyarakat Diminta Menjauhi Radius 4 KM
A
A
A

MALUKU UTARA Gunung Dukono di Maluku Utara kembali meletus pada pukul 18.30 WIT, Selasa (30/6/2026). Belum diketahui dampak yang disebabkan erupsi Gunung Dukono.

"Telah terjadi erupsi G. Dukono, Maluku Utara pada tanggal 30 Juni 2026 pukul 18.30 WIT," tulis keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Erupsi ini menghasilkan letupan kolom abu sekitar 1 kilometer di atas puncak (± 2.087 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara. "Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," ujarnya.

Saat ini, status Gunung Dukono berada pada Level II (Waspada). Sehubungan dengan aktivitas tersebut, PVMBG mengeluarkan rekomendasi penting bagi masyarakat setempat maupun wisatawan:

"Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km," tuturnya.

 

Kedua, mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut.

"(Ini) untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,"demikian keterangan PVMBG.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement