Ia menegaskan, tambahan kuota tersebut diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin, korban broken home, anak putus sekolah, hingga mereka yang selama ini mencari nafkah di jalanan.
"Saya minta yang 1.000 ini betul-betul berasal dari keluarga paling bawah. Keluarga broken home, anak-anak putus sekolah, termasuk mereka yang bekerja di jalan sebagai pengamen dan sebagainya," katanya.
Pramono mengaku melihat perubahan signifikan pada para siswa Sekolah Rakyat. Menurutnya, para siswa tidak hanya memperoleh pendidikan yang layak, tetapi juga menunjukkan peningkatan kemampuan dan kepercayaan diri.
"Yang saya kaget, mereka bisa berbahasa Inggris, berbahasa Arab, bahkan berbahasa Mandarin. Wajah mereka benar-benar berubah, lebih percaya diri dan penuh harapan," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.