JAKARTA - Gubernur Langkat, Syah Afandin (SA) kini resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek di Pemkab Langkat. Setelah terjerat kasus ini, muncul pertanyaan mengenai harta dari Syah Afandin selaku kepala daerah.
Merujuk pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dikelola KPK, Afandin memiliki kekayaan mencapai Rp10,6 miliar (Rp10.670.002.596).
Setengah kekayaannya ini berupa tanah dan bangunan sebanyak lima titik yang tersebar di Medan, Deli Serdang, Binjai, dan Langkat. Total nilainya mencapai Rp5.950.000.000.
Kemudian, ia mencantumkan tiga kendaraan yang terdiri dari Motor Kawasaki R270 tahun 2019 senilai Rp45 juta, Toyota Alphard tahun 2022 senilai Rp850 juta, dan Yamaha N-Max tahun 2024 senilai Rp30 juta. Total nilai ketiga kendaraan tersebut adalah Rp925 juta.
Ia juga mencatatkan harta bergerak lainnya sebesar Rp433 juta, surat berharga Rp37.932.591, serta kas dan setara kas Rp4.317.142.756.
Dalam laporan kekayaan itu, ia mencantumkan utang sebesar Rp993.072.751. Dengan demikian, total bersih hartanya berada di angka Rp10.670.002.596.
Sebelumnya, Plt. Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik Husein mengatakan, Afandin ditetapkan sebagai tersangka bersama satu orang lainnya dari pihak swasta yang juga tim sukses Afandin, yakni Yaqub Abdhal Al Mu'arif.
"Berdasarkan kecukupan bukti permulaan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait suap proyek di lingkungan Pemkab Langkat, KPK kemudian menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan dan menetapkan dua orang sebagai tersangka, Saudara SAF selaku Bupati Langkat periode 2025-2030 dan Saudara YQB," kata Taufik saat jumpa pers, Jumat (3/7/2026) malam.
Taufik mengatakan, Afandin diduga telah menerima 'upeti' atas sejumlah proyek di Kabupaten Langkat dari Yaqub. Dari perhitungan sementara, Afandin telah menerima uang ratusan juta rupiah.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.