JAKARTA – Utusan Khusus Presiden RI Hashim Djojohadikusumo melantik kepengurusan Gerakan Srikandi Jaga Desa di Jakarta. Hashim juga didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina.
Hashim menegaskan, bahwa pembangunan Indonesia yang kuat harus dimulai dari desa, dengan perempuan sebagai salah satu pilar utama. Oleh karena itu, perempuan memiliki peran strategis sebagai penjaga ketahanan keluarga sekaligus motor penggerak ekonomi masyarakat.
‘’Ketahanan nasional yang sesungguhnya dibangun dari desa. Perempuan memiliki posisi penting sebagai penjaga moral keluarga sekaligus penggerak ekonomi yang mampu menciptakan desa yang tangguh," ujar Hashim dikutip, Minggu (5/7/2026).
‘’Serta melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, serta mendukung tumbuhnya ekonomi desa,’’ tandasnya.
Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Sherly Tjoanda, menambahkan, kekuatan desa tidak dapat dipisahkan dari kekuatan keluarga. Ia menilai perempuan yang berdaya akan memiliki posisi lebih kuat dalam menentukan arah pembangunan di lingkungannya.
"Kemandirian ekonomi dan ketahanan mental generasi muda bermula dari kekuatan di dalam keluarga. Perempuan yang berdaya secara ekonomi otomatis akan memiliki suara yang lebih lantang dalam menentukan masa depan desanya," ungkap Sherly.
Dewan Pembina Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Maya Miranda Ambarsari memberikan penekanan khusus pada transformasi peran perempuan dari penggerak domestik menjadi arsitek strategi pembangunan yang berdampak makro.
"Perempuan bukan lagi sekadar pelengkap ornamen pembangunan, melainkan elemen strategis yang memegang kunci efisiensi dan inovasi ekonomi,’’ujarnya.
‘’Ketika potensi lokal dikelola dengan pendekatan yang inklusif dan modern oleh para perempuan tangguh ini, desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan baru yang mandiri. Srikandi Jaga Desa harus mampu menjadi jembatan kemajuan tersebut," sambungnya.
Bendahara Umum Srikandi Jaga Desa, ini melanjutkan, pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya berhenti pada pelatihan.
‘’Tetapi juga harus dibarengi dengan perluasan akses terhadap jejaring usaha, pendampingan, dan penguatan kapasitas kewirausahaan agar potensi ekonomi desa mampu tumbuh secara berkelanjutan,’’pungkasnya.