Qodari menjelaskan, bahwa setiap pertemuan Prabowo dengan para pemimpin dunia diarahkan untuk menghasilkan kerja sama yang konkret, saling menguntungkan, dan memiliki nilai strategis bagi kedua belah pihak.
Melalui diversifikasi kemitraan, Indonesia dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional terhadap gejolak global, memperluas akses pasar ekspor, membuka peluang investasi baru, serta meningkatkan posisi tawar Indonesia di berbagai forum internasional.
"Diplomasi Indonesia selalu berorientasi pada hasil karena diplomasi ditempatkan sebagai instrumen untuk mendukung pembangunan nasional," imbuh dia.
Ia melanjutkan, seluruh pertemuan dan kesepakatan tersebut merupakan cerminan dari prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif dalam melindungi kepentingan nasional.
Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Qodari mengatakan bahwa Indonesia memilih memperluas ruang kolaborasi alih-alih mempersempit pilihan ataupun berpihak kepada salah satu kekuatan.
"Prinsip tersebut sejalan dengan ungkapan Presiden Prabowo Subianto bahwa bagi Indonesia, 1.000 teman masih terlalu sedikit, sedangkan satu lawan sudah terlalu banyak," tandasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.