Sorotan juga datang dari meja pimpinan. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mempertanyakan dasar yang menjadikan laporan keuangan BGN Tahun Anggaran 2025 memperoleh opini WTP.
"Saya pertanyakan ini BGN dapat WTP itu dasarnya apa ya? Sementara serapannya cuma 60 persen dan banyak temuan-temuan yang jadi masalah di dalamnya, seperti pengadaan motor listrik, pengadaan IoT dan sebagainya," tutur Yahya.
Dia menyebut setiap pemeriksaan yang dilakukan BPK pasti disertai catatan sebagai tindak lanjut atas temuan-temuan yang didapat.
"Nah di sini tidak disebutkan temuan-temuannya, tidak disampaikan. Di K/L lain biasanya disampaikan, Bu, terkait aset, terkait program, dan sebagainya," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.