Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 24 Juli 2026 |11:20 WIB
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Presiden AS Donald Trump bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Gedung Putih. (Foto: X)
A
A
A

Kedutaan Besar Saudi di Washington belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait unggahan Trump tersebut.

Sebelum Trump mengaitkan kesepakatan itu dengan Perjanjian Abraham, pihak Arab Saudi menyatakan bahwa perjanjian tersebut mendukung upaya diversifikasi sumber energi mereka, serta mencakup "standar internasional tertinggi" untuk keselamatan, keamanan, dan nonproliferasi nuklir.

"Kami akan terus berbicara dengan rekan-rekan Saudi kami untuk menyelesaikan kesepakatan dan mudah-mudahan melihat mereka bergabung dengan Perjanjian Abraham segera," kata Leavitt kepada wartawan di Gedung Putih, sebagaimana dilansir Reuters.

Leavitt mengatakan dia tidak yakin apakah Trump telah berbicara lagi dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman sejak unggahan pada Kamis tersebut, namun topik ini adalah hal yang selalu diangkat dalam percakapan-percakapan sebelumnya.

Sebagai catatan, Uni Emirat Arab dan Bahrain menandatangani Perjanjian Abraham selama masa jabatan pertama Trump pada tahun 2020, mematahkan konsensus yang telah lama ada untuk menjadi negara-negara Arab pertama yang mengakui Israel dalam seperempat abad terakhir. Langkah ini kemudian diikuti oleh Maroko dan Sudan.

Israel, yang sempat khawatir kesepakatan Saudi dapat memicu perlombaan senjata di Timur Tengah, menyambut baik syarat baru tersebut pada Kamis.

"Bergabungnya Arab Saudi dalam Kesepakatan Abraham akan menjadi lompatan bersejarah bagi perdamaian di Timur Tengah," sebut kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan resmi.

Leavitt menyampaikan bahwa dia tidak mengetahui apakah Netanyahu yang meminta agar kesepakatan nuklir tersebut bergantung pada perjanjian yang lebih luas. "Sepengetahuan saya, tidak," tuturnya kepada wartawan.

Pada Rabu, pemerintahan Trump menegaskan bahwa kesepakatan nuklir sipil tersebut mematuhi aturan nonproliferasi dalam Undang-Undang Energi Atom AS, yang termasuk salah satu yang terketat di dunia.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement