Dalam operasi tersebut, satu anggota OPM dilaporkan tewas. Dari noken yang dibawanya, aparat menemukan sekitar 11 butir peluru tajam, sebuah telepon seluler, serta sejumlah barang lainnya.
Sementara itu, senjata api yang diduga digunakan dalam aksi pembunuhan terhadap tiga warga Yahukimo dan penyerangan terhadap personel TNI saat proses evakuasi disebut dibawa kabur oleh anggota kelompok OPM lainnya.
Lucky menegaskan, bahwa TNI akan terus bertindak profesional dan sesuai ketentuan hukum dalam setiap operasi di lapangan.
"TNI tidak akan pernah ragu mengambil tindakan tegas ketika berhadapan dengan situasi yang mengancam keselamatan prajurit maupun masyarakat. Prinsip salus populi suprema lex esto atau keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi selalu menjadi pedoman kami dalam menghadapi situasi genting," tegasnya.
Ia pun mengultimatum seluruh anggota TPNPB-OPM agar menghentikan aksi kekerasan, menyerahkan senjata, dan kembali bergabung ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"TNI mengajak seluruh anggota TPNPB-OPM untuk menghentikan aksi kejahatan kemanusiaan, menyerahkan senjata, dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi sebelum aparat mengambil tindakan tegas terhadap kelompok separatis bersenjata tersebut," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.