PAPUA -Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua melakukan penyerangan terhadap pekerja secara brutal di Distrik Wonimo Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan. Akibat peristiwa tersebut, 5 oranf tewas.
Korban adalah Barengga dan Alfods asal suku Papua serta Arman Sibarani dan Erlin Aritonang asal Suku Batak Sumatera Utara pekerja di PT Sutan Harauli Jaya, sementara satu orang lainnya belum diketahui identitasnya.
Korban dibunuh secara sadis oleh KKB pimpinan Serius Wanimbo alias Joni Wanimbo alias Botak Wanimbo, dan pimpinan Teranus Enumbi.
“2 Kelompok OPM tiba-tiba muncul dari kegelapan malam dan langsung menyerang dengan menghujani camp dengan peluru tajam,” ujar Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, Senin (3/8/2026).
Jenderal Kopassus tersebut mengatakan, aksi biadab dan pengecut yang dilakukan KKB terhadap warga sipil ini, dilakukan 2 kelompok KKB tersebut untuk mengganggu dan menghentikan pembangunan jalan nasional sebagai akses antar wilayah di pelosok pegunungan Papua guna mendenyutkan kehidupan sosial khususnya ekonomi masyarakat, dan jalan masuk berbagai program pembangunan dari pemerintah Presiden Prabowo Subianto.
“Saat proses evakuasi dilakukan, 20 personel Satgas TNI dari Koops Habema yang berada dibawah kendali Kogabwilhan III, melihat dan langsung mengejar 2 orang Anggota OPM pimpinan Botak Wanimbo bersenjatakan senapan serbu otomatis jenis SS1 di sekitar lokasi,”ujarnya.
“Karena ketakutan dan buru-buru melarikan diri ke dalam rimba, salah seorang anggota OPM meninggalkan 1 lade senapan serbu SS1 miliknya,” lanjutnya.
Dikatakannya, Personel Satgas TNI berhasil menemukan 7 pekerja yang selamat, dan mengevakuasi 4 rekannya yang tewas akibat kebiadaoan OPM. Saat ini seluruh korban pembantaian KKB sudah berada di RSUD Mulia Kabupaten Puncak Jaya.
“Saya ingatkan, Satgas TNI akan mengambil tindakan tegas berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku, dimana Rules Of Engangement R-O-E) kami kedepankan untuk memastikan seluruh tindakan personil TNI tetap menjunjung tinggi bukum dan HAM,” ujarnya.
“Saya tegaskan kembali, TNI tidak alam pernah ragu sedikitpun dalam mengambil tindakan tegas dan terukur ketika berhadapan dalam situasi mendesak, mengingat prinsip ’solus populi suorema esto’ keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, senantiasa menjadi pedoman dan keutamaan bagi kami jika menghadapi situasi genting di republik ini,” lanjutnya.
Dia juga mengultimatum seluruh Anggota OPM untuk menghentikan seluruh aksi teror dan kejahatan kemanusiaan di tanah Papua, segera menyerahkan diri dan senjata ke Pos Keamanan TNI terdekat, kembali ke pangkuan ibu pertiwi, sebelum TNI mengambil tindakan tegas.
“Bagi TNI, menangkap seluruh Anggota OPM hanyalah persoalan waktu, mengingat besarnya dukungan masyarakat dan sangat kentalnya sinergitas antar penyelenggara negara saat ini. ”You can run, but you can't hide” , OPM pasti akan kami tangkap,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.