Ia menyebut kebakaran pertama kali diketahui oleh Andi (48), penjaga gudang sekolah. Saat berada di area lapangan menjelang waktu istirahat siang, ia mencium bau asap hingga mencari sumber munculnya asap tersebut.
"Pak Andi melihat api sudah menyala di dalam gudang penyimpanan buku dan alat musik tradisional. Ia sempat berusaha memadamkan api menggunakan APAR, namun tidak berhasil, kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran," kata Asril dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8/2026).
Sebanyak 15 unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani insiden tersebut. Armada yang diterjunkan terdiri atas delapan unit pompa dan tujuh unit pendukung dengan total 60 personel.
Proses pemadaman dimulai pukul 11.44 WIB. Petugas kemudian berhasil melokalisasi api pada pukul 11.50 WIB sehingga kebakaran tidak meluas ke bangunan sekolah lainnya.
Tahap pendinginan dilakukan mulai pukul 11.53 WIB dan seluruh operasi penanganan kebakaran selesai pada pukul 12.34 WIB.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.