Kapal Lincoln telah menjalani penugasan selama hampir sembilan bulan, dengan satu kali singgah singkat di Guam pada bulan Desember.
"Penugasan dengan durasi sepanjang ini memberikan tekanan besar terhadap kapal dan awaknya, serta berdampak jangka panjang pada personel, pemeliharaan kapal, dan siklus persiapan untuk penugasan di masa mendatang," ujar pensiunan Laksamana Madya Angkatan Laut AS, Robert Murrett, yang kini menjabat sebagai profesor praktik administrasi publik dan hubungan internasional di Universitas Syracuse.
"Angkatan Laut biasanya berupaya menghindari periode pelayaran yang terlalu lama seperti ini, dan Lincoln memegang rekor yang kurang ideal dalam hal ini jika melihat catatan sejarah terkini," ungkapnya kepada Newsweek.
Lokasi persis kapal perang biasanya bukan merupakan informasi publik, dan posisi USS Abraham Lincoln tidak tersedia pada layanan pelacakan sumber terbuka. Namun, kapal tersebut diyakini berada di lepas pantai Iran sebagai bagian dari upaya perang Amerika Serikat.
Menjelang akhir Januari, Lincoln berada di bawah komando U.S. Central Command (CENTCOM), yang membawahi seluruh pasukan AS di Timur Tengah serta Asia Tengah dan Selatan. CENTCOM kemudian menyatakan bahwa Lincoln berada di wilayah operasi Armada Kelima AS; wilayah ini mencakup Teluk Persia serta perairan lain seperti Teluk Oman dan Laut Merah.
Berdasarkan citra yang dirilis oleh pihak militer, hingga akhir Juli, Lincoln masih dikerahkan di wilayah operasi Armada Kelima. Foto-foto yang diambil awal bulan ini juga memperlihatkan pesawat tempur sedang mendarat di geladak Lincoln di kawasan tersebut.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.