Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Diduga Meledak, Kapal Tanker yang Kandas Muntahkan Tumpahan Minyak ke Perairan Oman

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 14 Agustus 2026 |18:40 WIB
Diduga Meledak, Kapal Tanker yang Kandas Muntahkan Tumpahan Minyak ke Perairan Oman
Citra satelit memperlihatkan kapal Caroline Bezengi yang rusak serta tumpahan minyak di lepas pantai Pulau Hallaniyat. (Foto: Reuters)
A
A
A

MUSCAT - Otoritas Lingkungan Hidup menyatakan bahwa tumpahan minyak dari sebuah kapal tanker yang kandas telah mencapai pantai-pantai di wilayah Ras Madrakah, Oman bagian tenggara, sehingga memicu operasi penanganan tumpahan di sepanjang garis pantai yang terdampak.

Pada Rabu (12/8/2026), otoritas tersebut menyatakan bahwa tumpahan minyak dari kapal tanker yang berada di dekat Pulau Al-Qibliya itu pada akhirnya dapat berdampak pada garis pantai sepanjang hingga 40 kilometer. Pihaknya juga memperingatkan bahwa pantai-pantai di sisi selatan Pulau Masirah kemungkinan akan terdampak dalam beberapa jam mendatang.

Tim Tanggap Darurat Dikerahkan

Menurut Otoritas Lingkungan Hidup Oman, tim khusus sedang berupaya membendung tumpahan minyak dan meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan.

Pihak berwenang menOmagimbau para nelayan, pengunjung pantai, dan masyarakat umum untuk menghindari kontak dengan tumpahan minyak yang terlihat serta melaporkan adanya pencemaran kepada pihak berwenang.

Organisasi Maritim Internasional (IMO) juga mengonfirmasi bahwa minyak dari kapal tersebut telah mulai mencapai daratan Oman.

Menurut badan pelayaran PBB, kapal tanker minyak mentah Caroline Bezengi kandas di perairan Oman pada 30 Juni saat mengangkut sekitar 130.000 ton minyak.

Pihak berwenang terus memantau garis pantai dan menilai tingkat pencemaran seiring berlanjutnya operasi penanganan.

Otoritas Oman belum mengidentifikasi penyebab tumpahan minyak tersebut. Namun, perusahaan keamanan maritim Inggris, Vanguard, mengungkapkan kepada AFP pekan lalu bahwa kapal tanker itu sempat diguncang ledakan pada awal Juni saat berlayar di lepas pantai Yaman, yang menyebabkan air masuk ke beberapa bagian kapal.

Kelompok-kelompok advokasi menyatakan bahwa tumpahan minyak ini berpotensi memicu “bencana lingkungan”, mengingat kapal tanker tersebut mengangkut sekitar satu juta barel minyak mentah.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement