JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini tsunami setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto memperkirakan, tsunami setinggi antara 0,5 meter hingga 3 meter akan melanda tiga provinsi, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).
"Siaga, 0,5 sampai 3 meter, terjadi di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan perkiraan waktu tiba di Manggarai bagian utara pukul 05.02 WIB; Ngada bagian utara pukul 05.02 WIB; di Ende pukul 05.05 WIB; di Flores pukul 05.15 WIB. Sulsel, perkiraan waktu tiba di Jene Pontoh pukul 05.32 WIB," ujar Wijayanto saat jumpa pers secara daring.
Sementara untuk status waspada atau ketinggian air di bawah setengah meter, ia memperkirakan, tsunami akan melanda wilayah Provinsi NTT dengan perkiraan waktu tiba di Flores Timur pukul 05.15 WIB. Kemudian NTB dengan perkiraan waktu tiba di Bima pukul 05.12 WIB; di Dompu pukul 05.19 WIB. Untuk Sulsel, diperkirakan waktu tiba di Wajo pukul 06.01 WIB.
"Berdasarkan SOP yang berlaku, BMKG telah menyatakan pernyataan dini ini pada stakeholder dan masyarakat,''ujarnya.
''Untuk pernyataan dini pertama telah diterbitkan pada pukul 05.00.39 WIB atau 2 menit 16 detik setelah gempa bumi. Pernyataan dini 2 telah diterbitkan pada pukul 05.09.56 WIB atau 11 menit 33 detik setelah gempa bumi," kata Wijayanto.