JAKARTA - Sebanyak 40.040 orang mengungsi akibat gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa tersebut mengakibatkan 70 orang meninggal.
“Data sementara pengungsi saat ini yang kami kumpulkan ada 40.040 jiwa, sekali lagi data pengungsi itu sebesar 40.040 jiwa,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan saat konferensi pers secara virtual, Selasa (18/8/2026).
“Ini bukan menggambarkan kerusakan rumah jadi perlu kita hati-hati untuk menerjemahkannya, namun ini karena banyaknya dampak psikologis yang dirasakan oleh warga,” lanjutnya.
Berton merinci, pengungsi tersebar di sejumlah kabupaten terdampak. Di Kabupaten Manggarai tercatat 6.487 orang mengungsi, sedangkan di Manggarai Timur terdapat 966 orang yang mengungsi di posko BPBD.
Selain itu, terdapat sekitar 14 ribu orang di Manggarai Timur yang memilih mengungsi secara mandiri. “Di Kabupaten Manggarai Barat ada 600 jiwa mengungsi. Kabupaten Nagekeo 6.221 jiwa. Kabupaten Sikka 5.681 jiwa. Kabupaten Ende 366 jiwa. Kabupaten Ngada 1.920 jiwa,” kata Berton.
Selain pengungsi, BNPB mencatat sebanyak 11.925 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa NTT. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.516 rumah mengalami rusak berat, 1.916 rumah rusak sedang, dan 4.493 rumah mengalami rusak ringan.
“Sedangkan total rumah yang rusak sebanyak 11.925 unit dengan rincian rusak berat sebanyak 5.516 unit. Rusak sedang 1.916 unit, rusak ringan 4.493 unit. Dengan rusak tertinggi adalah di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Ngada,” ujar Berton.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 70 orang. Untuk korban luka-luka, BNPB menggunakan data dari Kementerian Kesehatan yang mencatat sebanyak 1.182 orang.
Berton menjelaskan, terdapat perbedaan jumlah korban luka yang disampaikan BNPB dan Basarnas karena kedua lembaga menggunakan dasar penghitungan yang berbeda.
“Bahwa jumlah korban luka-luka yang hari ini berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan adalah 1.182 orang. Tadi kalau Basarnas tadi menyampaikan 132, jadi ada perbedaan-perbedaan karena memang dasar perhitungannya yang berbeda,” katanya.
Berdasarkan rincian BNPB, Kabupaten Manggarai Timur mencatat jumlah korban luka paling banyak, yakni 442 orang luka berat dan 513 orang luka ringan.
Di Kabupaten Manggarai terdapat 31 orang luka berat dan 88 orang luka ringan. Sementara di Kabupaten Ngada tercatat 14 orang luka berat, satu orang luka sedang, dan 19 orang luka ringan.
Selanjutnya, Kabupaten Nagekeo mencatat 13 orang luka berat dan sembilan orang luka ringan. Di Kabupaten Manggarai Barat terdapat 13 orang luka-luka.
Adapun di Kabupaten Sikka tercatat 12 orang luka berat dan tujuh orang luka ringan. Sementara Kabupaten Ende terdapat lima orang luka berat dan 15 orang luka ringan.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.