JAKARTA - Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebutkan banjir dan banjir bandang, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kebakaran tempat pemrosesan akhir (TPA) mendominasi bencana pada pekan ini.
"Banjir bandang di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, terjadi pada Senin (21/9) pukul 19.30 WIB akibat hujan berintensitas tinggi yang melanda Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang. Berdasarkan pemutakhiran data pada Rabu (30/9) pukul 20.55 WIB, bencana tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia, dua orang luka berat dan 12 orang luka ringan," ujarnya, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, sebanyak 542 jiwa masih mengungsi. Kerusakan tercatat pada 18 rumah rusak berat, 11 rumah rusak sedang, 41 rumah rusak ringan, empat rumah terendam dan tiga rumah terancam. Selain itu, dua jembatan serta sejumlah fasilitas dan infrastruktur turut terdampak.
Sementara itu, kata dia, banjir di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, terjadi pada Senin 28 September pukul 05.00 WIB setelah hujan berintensitas tinggi menyebabkan kerusakan pada bagian tanggul Paya Bunder di Kecamatan Padang Tualang dan memicu luapan air sungai ke permukiman warga. Berdasarkan pemutakhiran data pada Rabu 30 September pukul 12.08 WIB, sekitar 305 kepala keluarga terdampak, sedangkan lima kepala keluarga mengungsi secara mandiri.
"Saat ini, banjir di tiga kecamatan telah surut. Warga melakukan pembersihan material pascabanjir dan para pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing," ujarnya.