Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kapal Tanker Gas Aura Diserang Drone di Laut Hitam, 4 WNI Selamat

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Minggu, 23 Agustus 2026 |17:24 WIB
Kapal Tanker Gas Aura Diserang Drone di Laut Hitam, 4 WNI Selamat
Ilustrasi Drone
A
A
A

JAKARTA - Empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) tanker LPG MT Gas Aura selamat dari serangan drone di perairan Laut Hitam, sekitar Kavkaz, Rusia beberapa waktu lalu. Keempat WNI tersebut tidak mengalami luka dalam insiden yang menyebabkan kapal mengalami kerusakan berat.

KBRI Ankara memastikan, telah memberikan pendampingan dan pelindungan kepada keempat ABK sejak menerima laporan mengenai serangan tersebut. Adapun keempat ABK tersebut yakni MF, YA, YO dan FM.

“Empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi awak kapal LPG Gas Aura selamat,” kata KBRI Ankara dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).

KBRI Ankara menerima laporan melalui Hotline Pelindungan WNI pada 15 Juli 2026. Setelah itu, perwakilan Indonesia melakukan koordinasi dengan perusahaan penyalur awak kapal, pemilik kapal, keluarga ABK, Kementerian Luar Negeri RI, serta otoritas terkait di Türkiye.

Kerusakan berat pada Gas Aura menyebabkan paspor, buku pelaut, dan sejumlah dokumen penting milik keempat WNI terbakar atau hilang.

“Proses repatriasi disederhanakan dengan menerbitkan dokumen perjalanan pengganti paspor (SPLP). Kerja intensif juga dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri Turki untuk mendapatkan izin imigrasi agar awak kapal dapat melintasi perbatasan secara legal dan aman,” ujarnya.

Keempat ABK berhasil turun dari kapal dan berada di Trabzon, Turki, untuk mengurus proses pemulangan ke Indonesia. KBRI Ankara menyatakan terus memantau perkembangan kasus tersebut.

Gas Aura merupakan kapal pengangkut LPG berbendera Panama. Setelah serangan, para awak dievakuasi ke kapal LPG Gas Nero. Otoritas maritim Turki melaporkan dua awak asal Filipina yang terluka kemudian dipindahkan dari Gas Nero ke helikopter Penjaga Pantai Turki di lepas pantai Sinop pada (16/7).

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement