Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gelar Halaqah, Forum Ulama Nahdliyin Refleksi Kepemimpinan PBNU

Arief Setyadi , Jurnalis-Rabu, 26 Agustus 2026 |19:20 WIB
Gelar Halaqah, Forum Ulama Nahdliyin Refleksi Kepemimpinan PBNU
Forum Ulama Nahdliyin (Foto: Ist)
A
A
A

Kaderisasi di tubuh NU juga perlu dikembalikan pada tujuan awalnya. "Di bawah ada paradoks. Kaderisasi sekarang untuk menguatkan kekuasaan, atau jabatan di birokrasi. Karena itu tugas bersama menitipkan aspirasi kepada muktamirim untuk memberi maslahat bagi nahdliyin. Ikhtilaf itu harus menjadi rahmat dan perang gagasan," imbuhnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Algebra Bogor Khariri Makmun mengingatkan pentingnya keberanian menyampaikan kebenaran. Ia berharap NU kembali memperkuat perannya dalam menyuarakan persoalan masyarakat serta membangun komunikasi dengan pemerintah.

"NU bersama masyarakat, terutama di hari-hari sulit sekarang ini. Teman-teman di bawah berharap NU fokus melihat kondisi di masyarakat, kemudian didialogkan pada pemerintah. Zaman Gus Dur, KH Hasyim Muzadi, hingga Kiai Said melakukan itu," tuturnya.

Khariri juga menyoroti sejumlah kontroversi yang menurutnya terjadi selama periode kepengurusan PBNU saat ini, termasuk persoalan di internal organisasi dan isu kolaborasi dengan pihak tertentu. 

"Sekarang, salah satu pimpinan PBNU, siapa saja, kebanyakan netizen nyinyir. Ada rekam jejaknya. Keprihatinan masyarakat terhadap PBNU sejak pertama dilantik sampai akhir periode, banyak kontroversi yang kita saksikan. Empat bulan setelah dilantik, ada korupsi Bendum PBNU Mardani Maming. Ini tidak pernah terjadi. Dulu sebelum dilantik jadi pengurus PBNU, dilihat rekam jejaknya. Ini tidak," katanya.

Menurut Khariri, sejumlah persoalan lain juga muncul selama periode tersebut. Bahkan, dua bulan menjelang muktamar, ratusan SK masih belum jelas. 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement