Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gelar Halaqah, Forum Ulama Nahdliyin Refleksi Kepemimpinan PBNU

Arief Setyadi , Jurnalis-Rabu, 26 Agustus 2026 |19:20 WIB
Gelar Halaqah, Forum Ulama Nahdliyin Refleksi Kepemimpinan PBNU
Forum Ulama Nahdliyin (Foto: Ist)
A
A
A

"Ada rumor bahwa SK juga ditransaksikan. Ada agenda besar merusak NU, yaitu kolaborasi dengan zionis. Holland Taylor itu diyakini intelijen. Selalu menggunakan narasi temannya Gus Dur. Bahkan bertemu Netanyahu. Yang tidak dipahami, dulu Gus Dur ketemu Yitzhak Rabin yang masih moderat dan memungkinkan adanya optimisme dari Gus Dur. Sementara Netanyahu adalah garis keras yang tidak mungkin dilobi," jelasnya.

Pengasuh Ponpes Madrasatul Quran Mustain Syafi'i kemudian menyampaikan pandangannya mengenai keberlangsungan amaliyah NU. Ia menilai kegiatan ke-NU-an akan tetap berjalan meski organisasi menghadapi persoalan kepemimpinan.

"Kalau nahi 'anil mungkar, itu mungkarnya belum ada. Jadi sekarang dalilnya yang pas taghyir 'anil mungkar. Persoalannya, jika tikus-tikus menguasai lumbung, ayo beli racun yang paling efektif. Manfaatkan istighotsah, wa ahlikil kafarota. Kita juga buat sholawat asyghil, ternyata yang dzolim pengurus NU sendiri," tutur Mustain.

Ia juga mengkritik sikap elite organisasi terkait berbagai persoalan kebangsaan. "Ketika NU dan Muhammadiyah dikasih tambang, akhirnya pimpinannya diam semua. Apa kurang rusak darurat korupsi di negeri kita? Daripada mengolok-olok, mari kita istighfar: Ya Allah, apa dosa orang NU sehingga punya pimpinan seperti sekarang. Kita perlu istighfar massal. Dulu, kaum nahdliyin yang paling dipikirkan adalah kesejahteraan umat Islam. Sampai hadratus syaikh mewakafkan tanah untuk dijadikan pasar," tambahnya.

Sekadar informasi, halaqah tersebut diikuti ratusan kiai pengasuh pondok pesantren, tokoh NU, pengurus badan otonom (banom) NU, serta warga Nahdliyin yang berada di Jombang untuk menyambut pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement