Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Jenderal Disingkirkan, Militer China Hadapi Krisis Kepemimpinan Jelang Sidang Besar

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 27 Agustus 2026 |15:32 WIB
5 Jenderal Disingkirkan, Militer China Hadapi Krisis Kepemimpinan Jelang Sidang Besar
Presiden China Xi Jinping.
A
A
A

Sebuah kajian CSIS ChinaPower yang diterbitkan pada Februari mengidentifikasi 36 jenderal dan letnan jenderal yang telah secara resmi disingkirkan sejak tahun 2022. Sebanyak 65 perwira lainnya tercatat hilang atau kemungkinan besar telah disingkirkan.

Dampaknya paling terlihat pada penunjukan pejabat senior. Dari 52 posisi kepemimpinan kunci PLA yang dipantau oleh CSIS, 23 posisi dipegang oleh pejabat sementara atau pelaksana tugas, 12 posisi kosong, dan 6 posisi berstatus tidak jelas.

Kekosongan posisi tersebut tidak melumpuhkan operasi rutin. Birokrasi terpusat PLA memungkinkan para pejabat pelaksana tugas (Plt.) komandan untuk mengelola kegiatan sehari-hari yang berskala lebih kecil. Namun, CSIS menemukan indikasi bahwa hilangnya posisi pimpinan dapat menghambat perencanaan latihan militer yang lebih besar dan kompleks.

Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah para pejabat pelaksana tugas tersebut memiliki wewenang dan pengalaman untuk merespons krisis besar.

Pleno Kelima Menjadi Ujian Terkait Penempatan Personel

Kondisi Komisi Militer Pusat (CMC) yang kekurangan personel membuat penunjukan petinggi militer menjadi lebih mendesak dibandingkan perubahan di Politbiro.

"Kemungkinan pengisian posisi kosong di komisi militer lebih besar daripada pengisian kekosongan di Politbiro karena jajaran pimpinan komisi saat ini terlalu minim," ujar seorang analis.

Xi mungkin juga perlu mempertimbangkan sosok di luar anggota militer yang masih menjabat di Komite Sentral saat ini. Keputusannya menaikkan pangkat He Weidong pada tahun 2022 menunjukkan kesediaannya untuk mempromosikan perwira yang saat itu bukan merupakan anggota maupun anggota pengganti (alternate) Komite Sentral.

CSIS menggambarkan kelompok kandidat petinggi militer yang biasa menjadi pilihan Xi telah "menyusut drastis". Berdasarkan pembaruan data bulan April, hanya 17 dari 67 anggota dan anggota pengganti militer yang awalnya ditunjuk untuk Komite Sentral saat ini yang tidak mengalami pembersihan (purge) ataupun sedang dalam penyelidikan.

 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement