Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Desa Adat Sade Terbakar, Fadli Zon Sebut Butuh Rp30 Miliar untuk Rekonstruksi

Felldy Utama , Jurnalis-Rabu, 02 September 2026 |23:05 WIB
Desa Adat Sade Terbakar, Fadli Zon Sebut Butuh Rp30 Miliar untuk Rekonstruksi
Desa Adat Sade Usai Terbakar (foto: dok ist)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengungkapkan anggaran yang dibutuhkan untuk pemulihan Desa Adat Sade, Nusa Tenggara Barat (NTB), pascakebakaran hebat ditaksir mencapai Rp30 miliar.

Fadli mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Gubernur NTB dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) terkait langkah penanganan pascakebakaran. 

Menurutnya, proses rekonstruksi akan dikoordinasikan di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi untuk menghindari tumpang tindih anggaran antar-kementerian.

"Karena setahu saya kurang lebih untuk rekonstruksi itu mungkin di antara Rp25 sampai Rp30 miliar rupiah kalau tidak salah ya, dengan jumlah 75 rumah adat, 65 kios, ada 1 masjid, dan juga kawasan area," kata Fadli dalam rapat bersama Komisi X DPR di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Selain pembiayaan, Kementerian Kebudayaan kini tengah mengkaji desain rekonstruksi yang lebih aman. Fadli menyoroti posisi rumah adat yang sangat berdekatan serta material kayu yang mudah terbakar sebagai faktor risiko tinggi.

 

"Aliran listriknya juga perlu dicek, termasuk juga untuk mitigasi bencana terutama tidak ada untuk pemadam kebakaran dan sebagainya. Ini yang menjadi banyak kasus di daerah yang ada rumah-rumah adat terutama yang berbahan kayu mudah sekali terbakar. Jadi kalau sudah terbakar satu, itu sulit sekali untuk mengendalikannya," ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, rekonstruksi fisik Desa Adat Sade akan segera dilakukan setelah kajian desain dan koordinasi lintas lembaga selesai. Hal itu dilakukan agar kawasan cagar budaya tersebut dapat kembali berfungsi dengan standar keamanan yang lebih baik.

"Jadi saya kira ini juga sebelum direkonstruksi perlu ada satu apa, penelaahan supaya ini tidak terulang kembali, termasuk juga penataan mungkin rumah-rumah adatnya yang begitu mepet ya, kecil apa itu mungkin bahaya sekali gitu ya," pungkasnya.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement