Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Heboh Pelajar Jakarta Gabung Grup LGBT ‘Add People as Much as You Can’, Polisi Bidik Pelaku!

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Rabu, 02 September 2026 |10:57 WIB
Heboh Pelajar Jakarta Gabung Grup LGBT ‘Add People as Much as You Can’, Polisi Bidik Pelaku!
Ilustrasi/AI
A
A
A

JAKARTA - Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan terkait munculnya informasi soal adanya grup chat berisikan konten LGBT yang didalamnya diduga siswa sekolah sebagai membernya.

Polda Metro Jaya menyelidiki informasi terkait grup WhatsApp yang diduga menambahkan sejumlah siswa secara acak. Grup itu disebut melibatkan siswa dari sebuah sekolah swasta di Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan.

“Direktorat Reserse Siber dan Direktorat Reserse PPA-PPO Polda Metro Jaya saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut,” kata Budi, Rabu (2/9/2026).

Budi menyebut polisi juga akan melakukan langkah pencegahan dengan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Edukasi kepada siswa terkait keamanan bermedia sosial juga akan diberikan.

“Sebagai langkah pencegahan, Polda Metro Jaya juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta memberikan edukasi kepada para siswa mengenai bahaya penyebaran konten pornografi, pergaulan berisiko, dan penggunaan media sosial secara aman serta bertanggung jawab,” tutupnya.

Awalnya, informasi itu disampaikan salah satu orang tua siswa, Yuda Fajrin. Dia mengatakan, grup tersebut bernama ‘Add people as much as you can’ dan sejumlah siswa dari sekolah tersebut disebut masuk ke dalam grup.

“Gua sama Bapak-bapak di tempat kompetisi bola, sempet ngobrol-ngobrol panjang. Jadi rupanya itu ada sesuatu nih. Jadi ada grup namanya ‘Add people as much as you can’ namanya,” ujar Yuda.

 

“Intinya singkat ceritanya ada anaknya temenku itu ke-invite ke grup itu. Karena sesuai dengan nama grupnya ‘Add people as much as you can’, dia main asal invite yang ke-invite Bapaknya. Alhasil Bapaknya jadi ngebaca percakapan di dalam grup itu,” ujarnya.

Yuda mengatakan, isi percakapan dalam grup tersebut antara lain membahas LGBT. Menurutnya ada juga soal voting mengenai orientasi seksual.

“Ada pembahasan tentang LGBT termasuk juga ada voting pertanyaan ‘Are you gay, lesbian, straight or others?’. Intinya seperti itu. Nah ini moga dicek yang udah pegang WA anaknya hati-hati karena grupnya lagi coba mau diinvestigasi,”ujarnya.

“Takutnya ini sebenarnya antara grup liberal LGBT gitu atau grup yang sifatnya endingnya bisa jadi nanti pedofilia, enggak ada yang tahu. Jadi lagi pengen coba diinvestigasi. Coba tolong dicek,” pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement