JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah berhasil memicu hujan di sejumlah wilayah.
Atas hasil tersebut, pemerintah memutuskan memperpanjang pelaksanaan OMC di kedua wilayah mulai 5 hingga 14 September 2026 dengan dukungan pembiayaan dari Kementerian Kehutanan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto mengatakan, BMKG mengoptimalkan analisis cuaca untuk menentukan potensi awan yang dapat digunakan dalam operasi penyemaian garam.
"Penyemaian awan dilakukan di area lahan gambut yang terdeteksi hotspot untuk mengurangi titik panas dan memperbaiki kualitas udara akibat pekatnya kabut asap," ujar Seto di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
OMC di Kalimantan Barat sebelumnya berlangsung sejak 22 Agustus hingga 4 September 2026. Operasi yang didukung pembiayaan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) tersebut melibatkan koordinasi BMKG bersama BNPB, TNI Angkatan Udara, Kementerian Kehutanan, dan pemerintah daerah.
Sementara itu, Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo mengatakan, selama operasi di Kalimantan Barat, petugas telah menerbangkan puluhan sorti untuk melakukan penyemaian awan.
"Dalam operasi ini, petugas menerbangkan 27 sorti dengan total bahan semai 24.600 kilogram garam murni (Natrium Klorida/NaCl) pada ketinggian 6.000 hingga 10.000 kaki untuk menembus awan hujan potensial," ujar Budi.