LOMBOK BARAT — Kesulitan air bersih kembali menghantui kawasan wisata Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), setiap musim kemarau. Kondisi ini bahkan mulai dirasakan oleh ritel modern hingga para pelaku usaha di kawasan pariwisata tersebut.
Di tengah persoalan yang terus berulang itu, DPRD Lombok Barat mendorong penanganan yang tidak berhenti sekadar pada dropping (pengiriman) air bersih. Ketua Komisi II DPRD Lombok Barat, Husnan Wadi, menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat perlu menyiapkan solusi jangka panjang dengan melibatkan PT Air Minum Giri Menang (AMGM) dalam pembangunan reservoir (tandon penampung air) guna menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.
“Harus dipikirkan penanganan serius secara jangka panjang, karena air ini kebutuhan dasar. Kalau tidak ada air, tidak ada kehidupan, apalagi itu di kawasan pariwisata. Sangat penting konsentrasi kita semua,” kata legislator Partai Perindo ini.
Reservoir, kata Husnan, dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi perbedaan debit air antara malam dan siang hari di kawasan Senggigi. Air yang tersedia dengan debit lebih besar pada malam hari dapat ditampung terlebih dahulu, kemudian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pada siang hari ketika debit menurun.
“Di kawasan Senggigi malam hari airnya cukup besar. Tetapi pada siang hari menurun dampak kekeringan. Sehingga di situ fungsi reservoir,” tutur Husnan.
Ia menilai langkah tersebut penting agar persoalan air tidak terus berulang setiap tahun dengan pola penanganan yang sama. Terlebih, Senggigi merupakan salah satu kawasan wisata andalan Lombok Barat yang turut menopang pendapatan asli daerah (PAD).
Husnan khawatir persoalan air yang tidak kunjung mendapat solusi permanen akan mengganggu aktivitas warga maupun pelaku usaha, dan pada akhirnya memengaruhi citra pariwisata Lombok Barat di mata wisatawan.
Untuk memastikan kondisi di lapangan, Komisi II DPRD Lombok Barat bersama anggota dewan lainnya dalam waktu dekat akan turun mengecek kawasan Senggigi, Batulayar, serta sejumlah wilayah lain yang mengalami krisis air bersih.
Dari sisi dukungan anggaran, Husnan mengatakan DPRD siap mendukung langkah Pemkab jika serius membangun sistem penanganan kekeringan. Ia menyebut DPRD sebelumnya telah menyetujui penambahan penyertaan modal untuk PT AMGM sebesar Rp5 miliar guna meningkatkan pelayanan air.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat mengungkapkan bahwa kondisi geografis menjadi salah satu tantangan pemenuhan kebutuhan air bersih, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah perbukitan kawasan wisata. Selama ini, pengiriman air bersih (dropping) menjadi respons cepat yang dilakukan ketika kebutuhan air mendesak.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.