Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PKS dan Golkar Bahas RUU Pemilu hingga Palestina

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Selasa, 15 September 2026 |13:06 WIB
PKS dan Golkar Bahas RUU Pemilu hingga Palestina
Pertemuan Golkar dan PKS (foto: dok ist)
A
A
A

JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendatangi kantor DPP Partai Golkar, Senin 14 September 2026. Dalam pertemuan itu, kedua partai parlemen ini turut membahas substansi krusial Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilihan Umum (Pemilu) hingga dukung terhadap Palestina.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden PKS, Al Muzzammil Yusuf atau yang biasa sapa AMY menyampaikan bahwa silaturahmi kebangsaan ini bagian dari tradisi baik yang terus dirawat oleh PKS untuk membangun komunikasi ke berbagai elemen bangsa.

"Alhamdulillah, pimpinan PKS dapat berkunjung ke pimpinan Golkar dan diterima langsung oleh Ketua Umum, Bapak Bahlil Lahadalia dan jajaran. Silaturahmi Kebangsaan ini bagian dari tradisi yang terus dirawat oleh PKS ke berbagai partai dan elemen bangsa lainnya," jelas AMY dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

AMY pun menyambut baik hangatnya komunikasi antarpartai dan mengungkapkan rasa optimismenya berada di dalam barisan pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Pernah ada yang menanyakan keberadaan PKS di koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Saya jawab, karena Pak Prabowo sangat akomodatif terhadap persoalan umat dan tidak pernah menyudutkan umat. Jadi bagi kami, kesuksesan Presiden Prabowo juga menjadi tanggung jawab seluruh partai pendukung koalisi," kata Muzammil.

"Kami datang dalam perpolitikan Indonesia dengan harapan bisa meningkatkan komunikasi dan kolaborasi. PKS datang ke Partai Golkar karena kedekatan personal dan kesamaan pandang tentang Indonesia. Saya yakin banyak hal bisa dikerjasamakan dengan Partai Golkar," bebernya.

 

Lebih lanjut AMY menyampaikan, kedua partai memiliki kesamaan perjuangan pada isu ekonomi kerakyatan, yaitu penguatan UMKM sebagai salah satu fondasi utama perekonomian nasional.

"PKS dan Golkar memiliki platform pembangunan ekonomi yang sama, yaitu ekonomi berkeadilan yang berpihak pada masyarakat bawah. Kita sepakat mendukung agar UMKM maju, berdaya, dan naik kelas," lanjut AMY.

Terakhir, AMY menyinggung bahwa isu Palestina juga menjadi perhatian dan kesepakatan kedua partai untuk diperjuangkan bersama.

“Dukungan terhadap Palestina adalah amanat konstitusi. PKS dan Golkar meneguhkan komitmen bersama untuk perjuangan kemanusiaan membela Palestina dan akan ditindaklanjuti dengan gerakan bersama," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menjelaskan, pembahasan RUU Pemilu ini ditujukan untuk mewujudkan iklim demokrasi yang lebih sehat.

"Kita ingin suatu sistem pemilu yang tetap mencerminkan suara rakyat, tetapi juga memungkinkan hadirnya anggota DPR yang berkualitas," kata Bahlil.

Di sisi lain, Bahlil menyampaikan, pertemuan ini menegaskan komitmen kedua partai untuk mempererat komunikasi, koalisi, serta memastikan keberhasilan jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai, PKS memiliki peran penting bagi koalisi pemerintah.

“PKS memiliki posisioning yang bagus dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Dan sejauh yang saya tahu, Presiden Prabowo sangat menghargai eksistensi PKS dalam koalisi,” kata Bahlil.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement